Sabtu, 11 April 2009

Gadis Kecil dan Sarapannya K. T. Dutschmann, insinyur telepon, peserta kursus


k.t. dustcmann tidak dapat membuat anak perempuannya yang berusia tiga tahun bersedia menyantap sarapannya. Metode-metode memarahi, meminta, yang seperti biasa dilakukan, semuanya berakhir sia-sia. Maka kedua orang tua ini bertanya kepada diri mereka sendiri, “Bagaimana kami bisa membuatnya mau melakukannya?”
si gadis kecil suka sekali meniru ibunya, merasa besar dan dewasa; maka suatu pagi mereka meletakkannya di atas sebuah kursi dan menyiapkan sendiri makanan paginya. Pada momen kejiwaan tersebut, si ayah pergi masuk ke dapur saat anak tersebut mengaduk buburnya dan berkata,”Oh lihat Ayah, saya yang membuat bubur pagi ini.”
Dia menyantap dua piring bubur tanpa memprotes apapun, karena dia sendiri tertarik dalam hal ini. Dia telah memperoleh perasaan pentingnya, dia mendapatkannya ketika membuat bubur, sebagai suatu usaha ekspresi-diri.

Oya soal gadis kecil dan sarapan re inget sedikit cerita dalam kisah Jimmy J. Breddtock, tapi temanya udah beda jauh Cuma suasananya aja yang sama.
Suatu saat mereka sekeluarga tengah berada pada masa paceklik Amerika, apa ya namanya? Masa Krisis Nasional kali ya? Duh…re lupa, termasuk nama2nya. Cuma inget nama James aja, panggilan si Jimmy. Ya udah sebut aja istrinya Betty dan gadis bungsunya yang baru berusia sekitar 3 tahun, Avril.
Pagi itu, Betty, yang sudah kerap kali mengeluh kepada James soal listrik yang belum dibayar dan bahan-bahan makanan yang mulai habis,menyiapkan daging grilled sejumlah anggota keluarga. Tapi daging-daging itu sangat tipis. Tanpa hidangan penyerta, gandum apalagi sayuran.
Avril makan mendahului saudara-saudaranya, di meja makan ditemani James yang tengah menyampaikan berita-berita kepada istrinya. Malam itu, James memperoleh tawaran tanding, bayarannya 250 dollar. Itu cukup untuk membayar listrik dan persediaan bahan makanan. Di tengah perbincangan ayah dan ibunya, Avril mengtakan pada mamanya bahwa ia masih lapar. Ibunya menasihati bahwa, ia harus ingat kedua kakaknya yang juga belum makan.
Tiba-tiba seperti teringat sesuatu, James bercerita pada Avril dengan semangatnya, bahwa tadi malam ia bermimpi berada pada sebuah pesta ulang tahun yang begitu banyak makanan. James mengatakan ia makan begitu banyak daging grilled yang begitu tebal, empuk dan pedas dalam jumlah banyak. Lalu makan banyak roti dan bergelas-gelas es krim. Sehingga Avril mendengarkan dengan begitu antusias. Lalu James mengatakan,”Karena makanan yang terlalu banyak itu, kini ayah merasa sangat kenyang. Maukah kamu membantu ayah mengahbiskan daging di piring ayah ini?” Avril mengangguk dan sang Ayah mengacak rambutnya. Betty tidak berhasil mencegah James melakukan itu, padahal ia sudah mencoba mengingatkan bahwa ia butuh tenaga untuk bertanding malam nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar